Minggu, 21 Agustus 2011

DahanDahan Kemuning

DahanDahan kemuning mulai ragu.
Musim sangat tidak bersahabat kali ini. Bukan saja terik yang membuat kulitnya retak,tapi juga angin yang membuat helaihelai kemuning terlepas dari dahannya.
'Aku sedih,dan sakit,,,' keluh Dahan.
Namun musim tak jua mau bernegosiasi. Tentang air hujan yang tiada kungjung turun,tentang angin semilir yang tak juga datang menyejukkan.
Mengapa aku tak bisa memilih? batin dahan pili.
Dahan mulai putus asa, tepat saat dia hendak runtuh,sebuah tetes air jatuh di atas dahan keringnya,tanah tempat ia singgah,merembesi akarnya.
Dahan mulai menangis,namun kali ini tangisan bahagia.
'Musim memang tak pernah mendengar. Tapi langit tahu dan ia tidak buta,'
perlahan namun pasti tunas mungil mulai tumbuh.


....seringkali menunggu membingungkan,meresahkan,membuat putus asa dan sakit,tapi tak jarang ada hal yang melihat semua itu dan memberikan sebuah keindahan,yang bahkan kita tak pernah membayangkannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar