Apa kamu masih ingat,,,
Akan kunang-kunang mungil yang baru belajar terbang dan dia mendekatimu saat itu,,
Sayapnya yang baru tumbuh naik turun mengelilingimu dengan pendar indahnya,,berusaha menghibur kegalauanmu dalam kerapuhannya,,
Apakah dia takut?
Tidak!
Apakah dia cemas lalu mengawasi gerak gerikmu bilakah kau akan menghempaskannya?
Tidak!
Dia sibuk menghitung waktu agar dia bisa memberikan pendar terindahnya sebelum matahari datang dan itu berarti dia harus terbang dan menghilang,,
Dia mengapakkan sayap nya dan menari-nari di sekelilingmu,,menerangi gelapmu dengan kerlipnya yang masih belum sempurna,,tapi dia bahagia,,
Ya!
Karna kamu bahagia saat cahaya kekuningan yang buram itu mendekat dan membuatmu tersenyum,,sinar yang jauh dari sempurna,tapi mampu membuat ke dua bibirmu membentuk sebuah simpul,,kau bahagia,,
,,,tahukah kamu,,,
Dia juga bahagia.
Masih ingatkah kamu,,,
Saat hari itu,kamu telah berjalan dengan sebuah pelita yang kamu genggam. Sebuah cahaya terang benderang yang menerangi jalan petangmu. Kamu suka dengan cahaya yang luar biasa ini..dan kamu sangat menikmatinya,,,
,,,tahukah kamu,,,
Kunang-kunang kecil itu memandangimu dari jauh,tempat kalian pertama bertemu dan bercerita meski tiada kata tercipta,,dan dia tahu..kamu lebih bahagia dengan pelita itu..
Kunang-kunang kecil itu bersedih dan merintih karenanya,,namun bukan saatnya untuk mengurai pedih dalam bahagiamu,,
Sekali lagi,,,
Bukankah bahagiamu adalah bahagianya juga,,,
Meski kedukaannya bukanlah kedukaanmu,,
Tak adil?
Siapa bilang?
Bukankah dunia tak punya hakim abadi? Bukankah rasa itu bukan teori? Atau ilmu pasti?
,,,masih ingatkah kamu?
Saat senja menjelang dan kamu datang kamu menatap langit hitam kelam,,,lalu kamu bertanya pada hatimu,,,apa yang hilang?
..dan kamu tahu,,,jawabannya,
Namun kamu tak kunjung mengejarnya,,,
Dan kunang-kunang telah menghilang dalam malam menjelang….
**sesungguhnya bahagia itu adalah mau menerima,,,**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar